AKURATNEWS berantakan Bukit Algoritma, atau yang digadang-gadang sebagai Silicon Valley-nya Indinesia, rencananya segera melakukan groundbreaking nama lain peletakan batu pertama.

Badan Usaha Hak Negara (BUMN) bidang wujud, PT Amarta Karya (AMKA) kini tengah melakukan ancang-ancang guna melaksanakan groundbreaking yang akan dilaksanakan dalam masa dekat.

“Selama bulan puasa hingga hari ini tim kami lestari bekerja. Bahkan unit bisnis kami, Amarta Geospasial, melaksanakan mapping (pemetaan) terkait jadwal jalan dan infrastruktur, ” ujar Direktur Utama AMKA, Nikolas Agung dalam keterangannya, Rabu (19/5).

Bukit Algoritma adalah order berbentuk Kerja Sama Proses (KSO) antara PT Kiniku Bintang Raya dengan AMKA yang dipercaya sebagai pacar infrastruktur pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan.

Nikolas menjelaskan, proyek yang berlokasi di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi ini dibangun dalam atas lahan seluas 888 hektar dan diperkirakan menelan biaya 1 miliar Euro atau setara Rp18 triliun.

“Mudah-mudahan, barang apa yang sudah kita cita-citakan sebelumnya, yakni proyek tersebut bisa segera groundbreaking setelah Lebaran bisa menjadi paksa yang baik bagi semua pihak, ” ucapnya.

Proyek Bukit Algoritma ini sendiri ditujukan buat meningkatkan kualitas ekonomi di dalam industri 4. 0, penambahan pendidikan, penciptaan pusat penelitian dan development untuk menampung ide anak bangsa, mengikuti meningkatkan sektor pariwisata pada kawasan setempat.

Selain itu, pengembangan Negeri Ekonomi Khusus (KEK) Sukabumi ini juga diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan infrastruktur yang tangguh berkelanjutan dan pendirian Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis iptek, yang adalah salah satu alat bawa pemerintah dalam mendorong perbaikan ekonomi nasional.

“Karena itu kami hendak melakukan best effort dan best practice, serta bergandengan tangan dengan pihak-pihak dengan berkepentingan agar proyek yang dipercayakan pada AMKA itu bisa dilaksanakan dengan mampu, ” jelas Nikolas.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya KSO, Budiman Sudjatmiko, berharap, groundbreaking Bukit Algoritma segera dikerjakan. Sehingga, pengerjaannya bisa siap sesuai dengan target.

“Mengingat pentingnya Tanah Algoritma ini, maka kami berharap agar pertemuan kita menjadi langkah penting untuk dapatnya kita menuju groundbreaking dalam waktu dekat tersebut, ” pungkas Budiman.

Sebelumnya, Budiman menyebut, proyek ini akan didanai sejumlah investor dari di dan luar negeri. Ada dua kelompok investor yang tertarik, yaitu yang mau datang langsung ke Nusantara, ada juga yang menodong pihak KSO untuk promosi ke negara mereka.

Beberapa di antaranya yakni investor dari GANDAR, Timur Tengah, Eropa hingga China.

“China sudah kirim surat, mau jadi kontraktor juga. Akan tetapi kita lebih milih BUMN dalam negeri, PT Amarta Karya. Jadi kita dengan mengerjakan konstruksinya, kita angkat duitnya (investor) masuk sini, ” ujar pria dengan juga Komisaris Independen PTPN V ini.