Surabaya, Akuratnews. com – Nekat aktif di masa Pemberlakuan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM), cafe Arjuno balik didatangi tim pemburu pelanggaran adat kesehatan Jatim, Selasa (12/01/21) suangi.

Awalnya tim gabungan Polda Jatim, Satpol PP Daerah dan TNI  yang tiba di lokasi Jalan Arjuno nomor 77 Surabaya, sempat terkecoh dengan situasi cafe yang tampak tidak beroperasi.

Namun, petugas menjelma curiga dengan sikap Kudoli (47), penerima tamu cafe yang langsung mengambil langkah seribu, saat melihat kedatangam petugas.

Sesudah berhasil ditangkap, Kudoli diminta buat menghubungi pihak manajemen cafe dengan ada di dalam agar mengambil pintu.

“Tolong dibuka, di sini sudah ada petugas, ” pinta Kudoli berkali-kali mencuaikan HT yang dibawanya.

Namun, pihak cafe Arjuno perdana membuka setelah petugas melalukan lobi selama sekitar 1 jam.

Saat petugas masuk dan melakukan pemeriksaan, masih ada kurang pengunjung di dalam room karaoke yang ditemani oleh Ladies Company (LC).

Meskipun telah mendapati adanya pelanggaran protokol kesehatan serta aturan jam malam, namun petugas tidak dapat berbuat banyak.

Kasatpol PP Jatim, Budi Santosa mengaku, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan penutupan terhadap tempat hiburan yang menjual minuman keras tersebut.

“Yang berkewenangan untuk melakukan penyudahan adalah satpol PP kota Surabaya. Untuk sementara ini kita data saja, serta menyita identitas itu, nantinya akan kita panggil, lalu kita kordinasikan dengan kota Surabaya, dan mereka yang berwenang untuk menutup, ” kata Budi

Budi beralasan, pihaknya tak berhak menutup karena dasar asas yang diterapkan adalah Perwali Kota Surabaya nomor 67.

Tapi lanjut Budi, semua macam Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU) harus tutup sesuai dengan perwali yang berlaku. “Seperti Cafe Arjuna ini tergolong RHU, dan berdasarkan perwali harusnya tutup. Ini bahkan buka terus, makanya kita tertibkan, dengan menyita KTP dan akan memberlakukan denda, ” imbuhnya.

Perlu diketahui, sebelumnya cafe Arjuno pernah disegel oleh polisi, pada bulan Agustus 2020 lalu, lantaran melanggar perwali 33 & diduga menyediakan layanan prostitusi pada salah satu room karaokenya.

Atas kejadian tersebut, Unit III Asusila Ditreskrimum Polda Jatim menahan mami S, selaku kordinator LC.