Jakarta, Akuratnews. com – Gedung Jawatan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan Jakarta akan di-lockdown atau ditutup tengah, mulai pekan depan hingga 8 November 2020 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan masa reses DPR yang sudah berjalan sejak enam Oktober 2020 lalu.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan petugas akan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari Senin selama di-lockdown. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyebaran Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 setelah 18 anggota DPR dinyatakan positif.

“Minggu depan itu akan kita lockdown. Kita akan sterilkan zaman, kita lockdown, dan kalaupun belakang dalam kondisi steril, itu pada setiap senin selama masa reses ini kita akan semprot. Jadi enggak setiap hari lagi seperti sekarang sampai masa sidang, ” ujar Indra saat dikonfirmasi, Kamis (08/10/2020).

Menurut Indra, pihaknya sudah melakukan sterilisasi terhadap Gedung DPR sejak 23 September 2020. Sterilisasi dilakukan mulai dari ruang sidang hingga ruang kelengkapan sidang. Namun memang, diakui Indra, pihaknya terkejut ketika mendapatkan banyaknya bahan soal anggota dewan yang nyata COVID-19.

“Mereka membentuk yang rata-rata menyampaikan positif tersebut kan langsung isolasi mandiri, ” jelas dia.

Lebih jauh Indra menjelaskan, rapat lengkap yang memutus Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) pada Senin, 5 Oktober 2020, tersebut sengaja dipercepat karena memang banyaknya anggota dewan yang meyakinkan COVID-19.

“Nah makanya setelah kemarin rapat paripurna itu, dipercepat karena memang itu kesedihan pimpinan. Ini kan setelah lengkap penutupan dalam beberapa hari tersebut, fraksi-fraksi, anggota-anggota, sedang menyelesaikan buat administrasi yang akan melakukan kunker ke dapil, ” katanya.

Lebih lanjut, Indra mengatakan pihaknya memang tidak bisa langsung melakukan lockdown ketika adanya bagian dewan yang positif COVID-19. Pokok, pada minggu-minggu ini saja masih ada beberapa staf yang mengurusi administratif untuk keperluan kunjungan kegiatan (kunker) anggota dewan ke dapilnya masing-masing.

“Nah oleh sebab itu nanti bukan cuma sampai 3 hari seperti yang disampaikan Pak Gubernur Anies, tapi mulai minggu depan sampai dengan 8 November. Itu semua kegiatan di Nusantara 1 akan dibatasi secara erat, ” jelasnya.