AKURATNEWS. COM – Sebesar 92 jajaran pegawai dalam Rutan Kelas I Cilodong Kota Depok dilakukan ulangan urine oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok pada, Kamis, (26/8).

Plt Kepala Rutan Kelas I Cilodong, Depok Muhamad Irvan Muayat mengatakan jika giat ini merupakan wujud Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) dijajaran pegawai dan pejabat Rutan Cilodong Depok.

“P4GN yang awak lakukan berkerjasama dengan BNN Depok dalam rangka konflik terhadap bahaya Narkoba dalam lingkungan Rutan Cilodong”, sekapur Irvan, Kamis, (26/8).

Keterlibatan BNN, logat Irvan sekaligus menguatkan kewajiban bersama dalam upaya konflik terhadap Narkotika.

Pelaksanaan tes urine dengan berlangsung setelah kegiatan berhimpun pagi dan pembinaan awak serta penegakkan disiplin internal Rutan itu diikuti semesta pegawai serta jajaran pejabat struktural.

“Total 92 orang pegawai sudah melaksanakan tes urine semenjak pagi tadi dan hasilnya menunjukan bahwa seluruh personel Rutan Depok negatif Narkoba”, jelas Irvan.

Menurut Irvan, giat yang melibatkan pihak BNN Depok itu, kedepanya akan berangsung secara rutin dengan mengencangkan waktu enam bulan seluruhnya.

“Insya Tuhan ini akan jadi rencana rutin kami persatu semester atau enam bulan sekali”, jelas Irvan kepada Akuratnews. com.

Tatkala, Kepala Pengamanan Rutan Cilodong Depok Nu’man Fauzi mengutarakan, jika giat pencegahan narkoba dikalangan jajaran petugas Rutan Cilodong jadi kali baru di tahun 2021.

“Di tahun 2021, ini jadi yang perdana. Giat serupa juga pernah dilakukan sekitar Oktober 2020 lalu”, jelas Fauzi.

“Upaya ini sekaligus sebagai langkah pencegahan bala narkotika serta kesan minus dijajaran petugas Rutan Cilodong Depok”, tambahnya.

Seperti diketahui, prihal Narkoba, Rutan Cilodong Depok sudah menjadi sorotan publik pokok mantan Karutan Cilodong Anton, ditangkap Satresnarkoba Polrestro Jakarta Barat di kawasan Slipi pada Jumat (25/6) dini hari.

Dalam penangapan itu, polisi menyita barang bukti satu pake sabu-sabu seberat 0, 52 gram, satu buah alat hisap sabu berupa cangklong, empat butir obat Aprazolam, dan satu unit telepon seluler. Kini kasusnya masih ditangani kepolisian.