Jakarta, Akuratnews. com – Selebriti Raffi Ahmad dalam dua hari tersebut jadi sorotan lantaran menghadiri pesta tanpa protokol kesehatan yang ketat usai divaksin Covid, Rabu (14/1) malam. Pesta tersebut digelar pada Home Sean Gelael, Prapanca, Jakarta Selatan.

Tak cuma Raffi dan istrinya, sejumlah nama pesohor lainnya juga terlihat siap. Sebut saja Gading Marten, Anya Geraldine, hingga mantan Gubernur DKI yang kini menjadi Komisaris Istimewa Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama pedengan Ahok. Istri Ahok, Puput, selalu terlihat hadir di pesta tersebut.

Pesta ini ditengarai melanggar sejumlah aturan dalam penerapan PSBB Jakarta yang sedang valid hingga 25 Januari.

Kapolsek Mampang, Kompol Sujarwo telah datang bersama dengan Satpol PP dan TNI untuk melihat langsung lokasi acara.

Lantaran hasil pemeriksaan itu, diketahui Raffi datang di sebuah acara anak yang dihadiri oleh sedikit karakter. Saat itu, hanya ada enam mobil tamu yang terparkir dan hadir saat acara ulang tahun sang pemilik rumah.

“Kita langsung datang dulu aja. Namun kalau kita perhatikan di yang viral ya itu sungguh cukup sedikit yang datang ya ada sekitar kalau konfirmasi aku di tingkat saksi kiri kanan mobil nggak ada yang di luar. Mobil sekitar cuma enam, ” kata Sujarwo kepada wartawan, Kamis (14/1).

Raffi sendiri sudah ditegur pihak Istana. Suami Nagita Slavina ini biar sudah meminta maaf secara terkuak dan meminta semua pihak tetap disiplin protokol kesehatan.

“Pertama saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi, Sekretariat Presiden, KPC PEN, dan juga pada seluruh masyarakat Indonesia atas perihal tersebut, ” ujar Raffi di akun Instagram-nya.

Namun, apakah hal tersebut akan berhenti sampai disitu sekadar?

Ternyata tidak. Selebritis yang mendapatkan kesempatan istimewa untuk jutaan warga negara Indonesia buat di vaksin karena diharapkan menginspirasi kaum muda mengikuti program vaksinasi serta disiplin menerapkan protokol kesehatan tubuh ini dilaporkan pengacara David Tobing, Jumat (15/1).

Melalui kuasa hukumnya, Richad Simanjuntak dan Winner Pasaribu, David menggugat Raffi lewat Pengadilan Negeri (PN) Depok dengan nomor registrasi PN DPK-012021GV1.

Raffi digugat atas tuduhan perbuatan melawan patokan karena dinilai melanggar aturan adat kesehatan, seperti Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Jakarta No 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanan Peraturan Daerah No 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.

Selain itu, ayah satu anak ini digugat berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jakarta No 2 Tahun 2020 mengenai Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 dan Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

David menodong pengadilan memutus Raffi bersalah & menjalankan hukuman berupa tidak boleh keluar rumah selama 30 hari sejak menerima vaksinasi kedua.

Raffi juga diharuskan meminta maaf dan mempromosikan protokol kesehatan dan vaksinasi pada masyarakat di tujuh televisi swasta nasional, tujuh koran nasional, serta akun media sosial.

Terpisah, relawan Covid-19 yang pula influencer, dr Tirta menyebut dirinya telah berdiskusi dengan Kantor Staf Presiden dan Staf Kemenkes akan kasus Raffi ini.

“Begini, peristiwa sampean bisa berat, karena banyak org membandingkan sampean dengan HRS, yg merupakan tsk kerumunan, ditambah jakarta lagi PPKM, dan tuan habis menerima vaksin di istana, ” ujar dr. Tirta di akun Instagram-nya.

Kita tunggu saja perkembangan kasus ini…