Jakarta, Akuratnews. com – Sampah botol plastik yang dikenal dengan PET masih menjelma masalah dalam pengelolaannnya. Jika merujuk kepada pulau Jawa, permasalahan PET tidak bisa dilepaskan begitu sekadar, atau dipukul rata telah terselesaikan. Karena, pulau Jawa sudah memiliki infrastruktur yang memadai dalam rancangan pengelolaan limbah botol minuman plastik.

Daripada data yang dimiliki Asosiasi Masa Ulang Plastik (ADUPI) sudah 62 persen sampatlh PET yang dikelola ADUPI dan kawan-kawan mendaur ulang limbah Indonesia. Tetapi sayangnya, di luar pulau Jawa masih menemui kendala, karena biaya transport ke pulau Jawa masih sangat garib.

“Untuk mendirikan industri daur ulang plastik di luar pulau Jawa, inprastruktur masih belum cukup. Jadi terpaksa masih harus pulang ke pulau Jawa, ” ungkap Ketua Umum ADUPI, Christine Halim, dalam acara webbinar Aliran Ekonomi Sirkular Nasional, Selasa 23 Februari 2021.

Bertambah jauh dimengungkapkan, ke depannya jika memang di luar pulau Jawa sudah tersedia logistic yang cukup, infrastukrur yang bagus, mungkin tumpuan eksport dan pelabuhan eksport, ini akan sangat mendukung sirkulasi ekonomi di luar pulau Jawa.

“Jadi tidak harus kembali ke pulau Jawa. Untuk dijadikan produk-produk yang bisa digunakan oleh masyarakat setempat.
Karena ini industri untuk skala besar. Tetapi mungkin industri kerajinan masih mampu dilakukan di pulau (yang belumnada infrastruktur), karena mungkin dengan kos investasinya yang lebih kecil serta juga jumlah produksinya yang tidak terlalu besar, ” imbuhnya.

ADUPI mengakui, untuk infrastruktur saat ini memang belum cukup dan masih membutuhkan dukungan dari brand lain.

“Kita juga butuh dukungan pemerintah di hal ini daur ulang ini dihargai seperti di luar negeri. Rakyat kita bisa bangga secara bahan daur ulang, ” katanya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya Ronald Atmadja, mengungkapkan saat ini terkait dengan produksi galon Le Minerale, pihaknya menjual di Area Jabodetabek.

“Jadi mungkin karena sekarang era digital online shop sangat aktif mungkin bisa dibeli di luar kota yang zaman ini tersebar. Tetapi kalau buat distribusi dari perusahaan sendiri, masih di sekitar Jabodetabek, ” katanya.

Seperti diketahui Le Minerale memiliki produk galon seluruhnya pakai berbeda dengan produk-produk galon dari brand lainnya yang sanggup diisi ulang. Di tengah perihal mengurangi sampah botol, Le Minerale berani mengambil keputusan dengam produk galonnya yang sekali pakai.

“Langkah kegiatan Le Mineral dalam mengurangi sampah plastik, pastinya kita penarikan. Karena gaya hidup Indonesia sangat mobil dan banyak bergerak itu salah satu selalu kenapa PEP tinggi di negera kita. Untuk saat ini, penyatuan ini menjadi langkah ke aliran, perbaikan lebih efektifkan dan mulai mengedukasi konsumen untuk konsumsi secukupnya, mereduse produksi, ” pungkasnya.