Jakarta, Akuratnews. com — Hasil penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dan jajaran Polres menemukan yakni Instagram sebagai media sosial yg paling banyak digunakan oleh oknum untuk menyebarkan berita bohong codename hoaks dan ujaran kebencian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020) mengatakan, ada 443 kasus hoaks dan ujaran kebencian yang ditangani jajarannya.

Seiring dengan perkembangan penyelidikan terhadap kasus tersebut, Kepolisian mengajukan permohonan pemblokiran terhadap 218 akun media sosial yang kedapatan membuat dan ikut menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Ini rincian termasuk akun Instagram ada 179, Facebook 27, Tweets 10, kemudian WhatsApp ada dua akun, ” kata Yusri.

Yusri mengatakan, kewenangan buat melakukan pemblokiran terhadap akun press sosial tersebut ada di tangan Kemenkominfo.

Dia juga berharap permohonan pemblokiran yang diajukan pihak kepolisian bisa segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

“218 yang kita minta untuk di blokir karena kewenangannya ada di Kominfo. Tugas polisi menjaga lalu masih patroli dunia maya. Kemudian kita berupaya untuk blokir dulu sambil berjalan kita menyelidiki, inch ujarnya.

Kemudian dri 443 kasus tersebut, 14 fall telah berhasil diungkap. Penyidik Kepolisian sudah menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum dengan ancaman hukuman bervariasi mulai dari 6-10 tahun.