AKURATNEWS – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis mantan Gajah Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo penjara lima tarikh dan denda Rp400 juta subsider enam bulan pasung.

Edhy Prabowo dinilai terbukti melanggar Kausa 12 huruf an Undang-undang RI Nomor 31 Tarikh 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU RI Cetakan 20 Tahun 2001.

“Menjatuhkan pidana dalam terdakwa selama 5 tarikh dan denda sejumlah Rp 400 juta dengan keyakinan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan, ” ujar Ketua ketua Albertus Usada saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/7).

Selain balasan badan, Hakim juga menyerahkan uang pengganti sebesar Rp9, 68 miliar dan 77. 000 dolar AS subsider dua tahun penjara. Beserta pencabutan hak politik Mahkamah selama tiga tahun terbatas sejak Edhy selesai menyelenggarakan masa pidana pokok.

“Menjatuhkan pidana penghapusan hak untuk dipilih pada jabatan publik selama 3 tahun sejak terdakwa selesai menjalankan masa pidana pokoknya, ” tutur hakim Albertus.

Vonis itu sesuai dengan tuntutan jaksa KPK. Akan tetapi, hakim memberikan pencabutan hak kebijakan lebih ringan ketimbang syarat jaksa yang meminta hak politik Edhy dicabut selama empat tahun.

Dalam perkara ini Edhy Prabowo dinilai telah menyambut suap terkait pengurusan permisi budidaya lobster dan ekspor benih benur lobster (BBL). Edhy dinyatakan telah menerima suap sebesar Rp 25, 7 miliar dari para eksportir BBL.