Akuratnews. com – Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, ditambah anak-anak yang belum ada vaksinasi dalam penanggulangan COVID-19, bidang bahaya rokok pun menimbrung menyemarakkan posisi anak-anak yang seakan menjadi target dalam penyebaran penyakit.

Nada sumbang yang mengutarakan urgenitas revisi PP 109, belumlah diposisikan sebagai ranah yang urgen, menjadi perkara besar. Apa nilai urgenitas itu sendiri, di tengah generasi penerus bangsa yang belum mampu meneriakkan haknya, harus menerima apa yang ditetapkan para pengambil kecendekiaan. Pertaruhan besar bagi kaum ini, mempertaruhkan kesehatan tingkatan penerus dengan ragam serangan penyakit yang mengintai.

Kondisi COVID-19 seharusnya menjadi sinyal, bagaimana generasi penerus ini harus menetap dan diamankan. Di pusat kondisi COVID-19 yang menjalar, rokok tak kunjung sudah diperdebatkan. Pengguna rokok dari kaum anak-anak yang tetap meningkat, menjadi sinyal bukan COVID-19 saja yang menggawat. Penjualan rokok jika tahu pasar yang ada, masihlah sangat mudah didapatkan. PP 109 yang sudah ada pun, ternyata masih banyak revisi yang harus dilakukan. Sudah barang tentu perbaikan harus dilakukan, namun mematok kini revisi PP tersebut seperti masih diangan-angan.

Terkait dengan bagaimana pentingnya vaksinasi, dibandingkan dari harga vaksin dan rokok, Prof. Dr. dr Soedjatmiko Sp. A(K), M. Si, yang juga merupakan carik dari Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan, seseorang yang mengkonsumsi rokok bisa dihitung surat menghabiskan rokok dalam mulia harinya. Jika dikalkulasikan had sebulan, setahun berapa dengan dihasilkan dari konsumsi cerutu.

“Padahal diketahui sebagai bahan yang berbahaya jika dikaitkan dengan vaksin contohnya vaksin rubella, bila sudah sampai terkena sebab tidak melakukan vaksin & terkena rubella biaya pengobatannya yang dikeluarkan mencapai Rp. 600 juta-an, ” katanya.

Bagi pengampu yang mengkonsumsi rokok, serta mengatakan vaksin mahal, jika mau melakukan puasa rokok, dengan tidak merokok bisa membeli vaksin untuk pencegahan penyakit.

Kemudian 1 2