AKURATNEWS. COM – Pemotongan dana Sandaran Sosial atau bansos sejumlah Rp. 50 ribu setiap satu orang penerimanya & sempat viral di jalan sosial akhirnya kini ditangani Kepolisian Resort Metro Depok.

Polisi akhirnya mintai keterangan ketua RW 05 Kelurahan Beji, Beji Kota Depok Kuseri dan sejumlah warga lainya.

Kasat Reskrim Polres Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti kasus tersebut dengan meminta keterangan para pemimpin lingkungan dan RW setempat.

“Jadi kami juga sudah dimintai petunjuk terkait permasalahan tersebut serta sudah kita panggil kaum warga dan ketua RW, ” katanya, Kamis, (29/7).

Selanjutnya, introduksi Yogen, akan dilakukan membuat perkara. Tujuannya agar diketahui pasti duduk permasalahan peristiwa ini.

“Nanti akan kita gelar buat menentukan kasus ini. Masa ini masih proses, ” tegasnya.

Walaupun begitu, Yogen menyebutkan jika dana bansos yang dipotong itu sudah dikembalikan di dalam warga oleh pengurus lingkungan.

“Sudah dilakukan pengambilan keterangan dari kaum warga dan ketua RW. Sementara yang lain sedang proses, ” ujarnya.

Sementara, Plt Camat Beji, Hendar Fradesa, mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan pengurus lingkungan dan sudah disepakati pengembalian uang pada penerima bansos.

“Saya langsung berkoordinasi secara Lurah Beji agar bertemu dengan pengurus lingkungan di RW 05 dan belakangan disepakati dana akan dikembalikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ” katanya.

Terkait itu, pihak Kecamatan Beji juga menyampaikan edukasi kepada para pemimpin RT/RW terkait aturan bansos yang tidak diperkenankan buat dilakukan pemotongan dengan dalil apapun.

Pemimpin RW 05 Kelurahan Beji, Beji Depok, Kuseri mengatakan, uang tersebut sudah langsung dikembalikan pada warga menggunakan ketua RT masing-masing dari jumlah dana yang terkumpul sebesar Rp11. 550. 000.

“Warga dengan menerima (bansos) ada 231 orang. Uangnya (yang dialokasikan untuk donasi) juga telah dikembalikan, ” jelasnya.

Dia menuturkan bila pihaknya bukan melakukan pungutan liar lantaran pihaknya hanya berniat mencari donasi buat memperbaiki mobil ambulans dan operasional pembelian sembako beserta kain kafan.

“Jadi, program ini dasar sudah berlangsung sejak lama dan donasi bukan cuma dikumpulkan ketika ada pencairan bansos”, bebernya.