Jakarta, Akuratnews. com – Data yang dipublikasikan Bank Dunia dalam masukan Statistik Utang Internasional (IDS) di Senin (12/10/2020) itu menunjukkan, Nusantara berada pada peringkat keenam. Dengan mengecualikan Cina, negara-negara yang mempunyai utang luar negeri lebih banyak dari Indonesia adalah Brasil, India, Meksiko, Rusia dan Turki.

Dikutip dari republika, co, id, IDS menampilkan gambaran sisa dan aliran pinjaman luar negeri 120 negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2019. Secara keseluruhan, total utang asing negeri mereka pada akhir 2019 mencapai 8 triliun dolar GANDAR atau tumbuh 5, 4 obat jerih, tingkat kecepatan yang sama seperti tahun sebelumnya.

Istimewa untuk Indonesia, utang luar daerah mengalami pertumbuhan secara bertahap semenjak 2009. Apabila dibandingkan 2018, besaran utang luar negeri pada 2019 tumbuh enam persen. Bahkan, kalau merujuk pada data 2009 ataupun ketika utang luar negeri dalam level 179, 4 juta dolar AS, terjadi kenaikan hingga 124 persen.

Utang luar negeri Indonesia didominasi dengan jangka panjang. Dominasi ini juga dialami di banyak negara berpendapatan lembut dan menengah lain. “Kebanyakan negara berpenghasilan rendah menengah, sebagian gede utang luar negeri berjangka panjang dan mayoritas dimiliki oleh negeri, sisanya oleh entitas publik, ” tulis laporan IDS, seperti dikutip Republika, Senin.

Tatkala itu, jika dilihat dari jenis kreditur, sebagian besar utang asing negeri Indonesia pada tahun awut-awutan berasal dari penerbitan surat pinjaman. Besarannya mencapai 173, 2 juta dolar AS, tumbuh lebih dari 500 persen dibandingkan 2009, 25, 8 juta dolar AS.

Dominasi tersebut mengalami pergeseran jika dibandingkan pada 2009. Saat itu, struktur utang luar daerah Indonesia masih mayoritas berasal dari pinjaman. Secara keseluruhan, Bank Dunia mencatat, rasio utang terhadap Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) mencapai 37 persen. Angka tersebut tumbuh sedikit dibandingkan satu dekade sebelumnya, 34 persen. Pertumbuhan signifikan justru terjadi pada rasio utang terhadap ekspor yang pada tahun lalu mencapai 194 persen. Di dalam 2009, rasionya hanya 141 upah.